Showing posts with label featured. Show all posts
Showing posts with label featured. Show all posts

10/14/2016

Rahasia Cara Mendapatkan Rizki Dengan Mudah

Mendapatkan rizki dengan mudah. Siapa sih yang akan menolaknya? Tentu saja ini adalah satu hal yang semua orang harapkan terjadi setiap harinya.

Tapi, untuk bisa mendapatkan rizki dengan mudah itu ada syaratnya. Ada rahasia untuk bisa mewujudkannya. Sudahkah Anda mengetahuinya?

rahasia cara mendapatkan rizki dengan mudah

Wujud rizki itu bisa beragam. Mulai dari punya tubuh fit dan bugar sehingga memudahkan untuk bergerak dan beraktifitas, terjauhkan dari fitnah, punya keluarga atau kerabat yang kompak dan tidak saling bermusuhan, punya tetangga yang baik, hingga kendaraan yang tidak gampang macet. Dan lain-lainnya, itu termasuk dari rizki.

10/06/2016

Fase Kehidupan Umat Islam di Akhir Zaman

fase umat islam akhir zaman

How do you feel when you hear the phrase 'end of times' aka "akhir zaman?"

Kalau saya sendiri, dua kata itu cukup menyeramkan. Tapi apa daya, kita ditakdirkan untuk hidup di masa ini, di akhir zaman yang tidak bisa ditolak dan diingkari.

Untuk lebih memantapkan hati kita dalam menjalani kehidupan yang tidak mengenal putus permasalahan, kiranya kita perlu mengenali di periode akhir zaman bagian manakah yang sedang kita lalui sekarang. Mengetahui fase kehidupan umat Islam di bumi akan membuat kita tidak salah arah dalam memahami realitas dan langkah apa yang semestinya kita buat ke depan.

Dari Hudzaifah bin Yaman ra Rasulullah saw bersabda:

5 fase umat islam akhir zaman

Masa kenabian akan datang di tengah-tengah kalian dan akan berlangsung dengan kehendak Allah swt, kemudian Dia akan mencabut masa kenabian itu jika Dia berkehendak untuk mencabutnya. Kemudian, akan muncul masa khilafah dengan minhaj an-nubuwwah (tuntunan Nabi) dan akan terus berlangsung sampai Allah berkehendak untuk mencabutnya. Kemudian datanglah masa mulkan 'adhdhan (para raja yang hanya menyengsarakan rakyat) dan akan terus berlangsung sehingga Allah menghendaki untuk mencabutnya (mengakhiri masa kekuasaannya). Kemudian muncul lagi penguasa diktator dan akan terus berlangsung sampai Allah menghendaki untuk menghabisi masanya. Kemudian akan muncul lagi sebuah kekhilafahan yang didirikan dengan petunjuk Nabi. (HR. Ahmad: Musnad Al-Kuffiyin, hadist no. 18436 (Al Musnad 4/344))  
Hadist ini memberi isyarat tentang fase-fase yang akan kita lalui hingga puncak akhir zaman. Perubahan fase ditandai degan perubahan pergolakan politik yang mengiringinya. Ada lima fase yang akan dilalui umat sebelum terjadi kiamat:

1. Fase Kenabian

Umat Islam langsung dipimpin oleh Rasulullah saw sejak beliau diutus hingga beliau wafat. Periode ini berlangsung selama 23 tahun. Ini adalah masa kehidupan yang paling ideal.

2. Khilafah 'ala minhaj nubuwwah

Sepeninggal Nabi, umat Islam dipimpin oleh para khalifah yang mulia: Abu Bakar, Umar bin Khattab, Ustman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan berakhir saat Al-Hasan menyerahkan kekhilafahan kepada Muawiyah bin Abu Sufyan -semoga Allah meridhai mereka semua-. 

Di fase kedua yang berlangsung 30 tahun ini, kaum muslimin berhasil membuka/membebaskan wilayah Romawi Timur dan Persia. Dua kekuatan raksasa dunia kala itu bisa tumbang oleh kekuatan 'kecil' yang berasal dari suatu negeri tandus dan penduduknya rata-rata miskin. Dengan  demikian, dua per tiga wilayah dunia telah berada dalam genggaman pemerintahan Islam.

3. Mulkan 'adhdhan (raja-raja yang menggigit)

Fase ini dipimpin oleh tiga dinasti secara bergantian: Bani Umayyah yang berpusat di Syam, Bani Abbasiyah di Iraq, dan Dinasti Turki Ustmani. Walaupun dinamakan khilafah dan penguasanya bergelar khalifah, tapi sistem yang dipakai adalah kerajaan. Pergantian pucuk kepemimpinan dilakukan secara turun temurun. Karena itu, ada khalifah yang baik dan adil, ada pula yang zalim.

Di paruh terakhir fase ketiga ini penjajahan negeri-negeri kaum muslimin secara fisik bermula. Representasi dari para raja yang menyengsarakan ini berakhir kala Turki Ustmani diruntuhkan pada bulan Maret 1924 oleh Mustafa Kemal Pasha. Berbagai macam paham dan aliran sesat, seperti Zionisme, sekulerisme, materialisme, komunisme, feminisme, dlsb kemudian merajalela.

4. Mulkan jabbariyan

Kehidupan umat Islam di fase ini tidak punya pemimpin (khalifah). Yang ada adalah para penguasa diktator yang suka memaksakan kehendak. Inilah masa kita hidup sekarang. Masa ketika umat tidak berdaya, dihinakan, dan dizalimi secara luar biasa. Suatu periode paling kelam, paling berat dalam sejarah umat Islam.

Yang berkuasa di dunia adalah kaum kafir yang menemukan momentumnya untuk menjalankan sistem penindasan global. Penulis dari Inggris, Ahmad Thompson, menamakan sistem yang dijalankan untuk menindas itu sebagai Sistem Dajjal. Hampir semua nilai didudukkan secara terbalik, yang baik dikatakan buruk dan yang buruk dikatakan baik.

Di masa ini juga badai fitnah besar mengintai keimanan kita. Kita lebih banyak menjadi pengekor umat lain daripada menjadi pelopor. Meski banyak negeri telah bebas secara fisik dari cengkeraman para penjajah, tapi penjajahan dalam bentuk lain terus berlangsung dan kian memburuk. Kemerdekaan yang kita raih sebenarnya berupa kemerdekaan palsu. 

Salah satu pilar yang dipakai untuk melanggengkan jalannya Sistem Dajjal adalah pendidikan. Pendidikan ditunggangi untuk menciptakan orang-orang pandai yang akan menduduki pos-pos penting di masing-masing bidang, seperti ekonomi, kesehatan, pendidikan, dll, tetapi mereka dibuat tidak memahami hakikat sistem penindasan global ini. Interaksi antar manusia tidak lebih daripada proses produsen-konsumen.


Proses  produsen  konsumen  menjamin  bahwa  manusia  diperlakukan  sebagai  anak kecil, mereka didorong untuk bekerja keras dan menikmati permainannya, agar tidak banyak bertanya yang susah-susah. (Ahmad Thompson, Sistem Dajjal)
Kalau kita mau mengamati keadaan sekitar, kita pasti merasakan kebenaran dari sabda Rasulullah di atas. Kita hidup di dunia yang semakin hari semakin gila. Kita terjajah. Penjajahan yang tersembunyi di balik ilmu pengetahuan itu merupakan bentuk penjajahan yang paling mengerikan. 

Sistem Dajjal digambarkan sebagai sebuah sistem dengan struktur piramid. Yang paling bawah adalah kelompok paling banyak, mayoritas yang menjadi alas kaki bagi golongan yang lebih berkasta. Semakin tinggi kasta, makin kecil jumlahnya. Puncaknya, pengendali sistem itu adalah sejumlah kecil manusia paling elit yang mengklaim diri paling cerdas dan berhak menentukan nasib semua orang yang mereka injak.

Bukti lain bahwa dunia hari ini dicengkeram oleh sistem Dajjal berasal dari mulut mereka sendiri, para elit global, yaitu orang dalam yang terlibat dalam desain sistem kafir sistem Dajjal. Aldous Huxley menyebutnya sebagai "scientific dictatorship" aka kediktatoran ilmiah.

Para diktator di masa lalu berjatuhan karena mereka tidak mampu menyuplai makanan, hiburan, keajaiban, dan misteri yang memadai. Di bawah kediktatoran ilmiah, pendidikan akan benar-benar berjalan dengan hasil berupa pria dan wanita yang akan tumbuh untuk mencintai pekerjaan mereka - mereka tidak akan pernah memimpikan revolusi. Agaknya tidak ada alasan yang bagus untuk menggulingkan kediktatoran ilmiah yang dijalankan secara cermat. (Aldous Huxley, Brave New World Revisited)

Aldous Huxley adalah seorang elit global, cucu dari Thomas H. Huxley, seorang Mason 33⁰ yang juga sahabat sekaligus pendudung berat gagasan evolusi Charles Darwin. Aldous Huxley punya mentor bernama H.G Wells, seorang Mason 33⁰ yang terkenal dengan buku-buku dan novel bertema futuristik seperti The New World Order, Shape of the Things to Come, dan War of the Worlds. Aldous Huxley bersaudara kandung dengan Julian Huxley, direktur UNESCO pertama.

Novel Brave New World (BNW) -nya Huxley adalah gambaran masyarakat impian kaum elit. Manusia dibuat untuk melupakan sejarah, lalu pelan-pelan pengondisian sosial dilakukan dengan tujuan membuat orang terbiasa dengan nilai-nilai baru yang sebelumnya bertentangan dengan norma sosial yang berlaku. Hasilnya, semua nilai menjadi terbalik. Dalam BNW, punya keluarga adalah memalukan, anak-anak sudah matang secara seksual, keberadaan transgender yang dibuat makin merajalela, obat penenang dikonsumsi setiap saat, dll. Kondisi kita sekarang menjadi semakin mirip dengan cerita dalam BNW yang dirilis tahun 1932.

Yang dijajah dan dikontrol adalah pikiran kita. Huxley mengakui bahwa jelas sekali jika hari ini kita sedang digiring ke arah itu. Setiap produk sains yang mengancam kestabilan tatanan dunia modern yang dikendalikan oleh sedikit elit jahat akan selalu diberangus atau direbut untuk dikuasai dan dikendalikan untuk kepentingan pelanggengan kekuasaan mereka. Sains dan pengetahuan difungsikan sebagai alat untuk mencapai tujuan akhir berupa pengendalian dan monopoli penuh terhadap manusia.

Sebagai contoh:
  • Ekonomi, jika itu disebut ilmu, ekonomi dirancang untuk mempertahankan sistem riba yang bercirikan digunakannya uang fiat atau uang kertas.
  • Di bidang farmasi, disebarkan pemikiran jika yang paling bagus adalah obat2 kimia sisntetis, sementara cabang pengobatan selainnya disingkirkan dan bahkan dikriminalisasi. Pemerintah dengan program asuransinya hanya melayani klaim dari jalur pengobatan farmasi modern ini. Ironisnya, pabrikan2 farma besar adalah perusahaan2 yang termasuk paling korup, kriminal dan banyak dituntut di pengadilan karena membahayakan kehidupan konsumen. Ini bisa kita cari dengan kata kunci semisal: pharma crime, pharma fraud, pharma lies, dan sejenisnya. Seperti di novel The Constant Gardener, tapi dengan plot yang lebih jahat.
  • Di bidang pertanian, digalakkan pemakaian pupuk kimia (sintetis), herbisida, pestisida, juga produk rekayasa genetika (GMO) dengan alasan semua itu merupakan solusi terpenuhinya kebutuhan pangan seluruh dunia. Tapi, bila kita tengok lebih jauh, sedikitnya 800 ilmuwan telah menyatakan jika GMO adalah produk perusak bumi, sebuah bentuk lain dari bio-war. Dan kita tidak akan menemukannya tersiar di berita2 televisi atau media arus utama. Adalah paradoks jika saat benih-benih direkayasa genetika, mereka, para elit global malah menyimpan ribuan jenis benih tanaman asli jauh di suatu tempat terpencil dekat kutub utara, di Svalbard, Norwegia. Kebenaran bisa disesuaikan dengan kepentingan.

Sungguh berat masa yang kita lalui sekarang. Masa penuh fitnah yang menuntut kejelian kita untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah agar kita selamat melaluinya.

Tanda-tanda besar kiamat juga akan bermula di fase keempat. Ad-dukhan (kabut asap) yang menyelimuti seluruh bumi akan datang di masa ini. Asap ini akan menjadi sebab berakhirnya teknologi modern, sehingga manusia dipaksa untuk hidup kembali ke zaman batu yang serba manual. 

Fase mulkan jabbariyan tidak akan berlangsung lama. Jika kita mengikuti perkembangan berita yang menjadi salah satu petunjuk paling valid akan keluarnya Dajjal, yaitu kondisi danau Tiberias atau Kinneret, maka kita akan merasa dikejar oleh datangnya kiamat.

Para sahabat Rasulullah pun menyimpan rasa yang sama. Setiap kali mendengar petunjuk tentang akhir zaman, mereka seolah merasa jika kejadian-kejadian genting itu akan terjadi di masa mereka hidup. Apalagi, kita yang hidup di masa sekarang. Bagaimana bisa kita terus enak-enakan tidur berkepanjangan jika jarak kita ke masa genting itu sudah jauh lebih dekat daripada di masa Nabi dan para sahabat?

Tapi, perasaan semacam itu tidak membuat mereka rapuh. Para sahabat Nabi berusaha maksimal untuk memperbanyak amal shalih mereka. Maka, jika pertanda datangnya Dajjal sebagai tanda kiamat besar kedua berupa menyusutnya air danau Tiberias telah nyata, bagaimana pula dengan ad-dukhan yang merupakan tanda kiamat besar pertama? Tentunya kejadiannya akan lebih cepat lagi.  

5. Khilafah 'ala minhajin nubuwwah (lagi)

Umat Islam akan kembali berjaya dan memimpin seluruh dunia setelah Al-Mahdi berkuasa sebagai khalifah. namun sebelumnya, akan terjadi huru-hara hebat di bumi, peperangan besar (al-malhamah kubra), juga keluarnya sosok Al-Masih Dajjal yang menjadi ujian terberat umat akhir zaman.

Selain sebagai isyarat adanya 5 fase kehidupan umat Islam di akhir zaman, hadist di atas juga menjadi pembawa berita gembira bagi umat. bahwa segala rasa sakit dan kepahitan yang melanda kita hari ini, semua itu akan ada akhirnya. Umat Islamlah yang akan menjadi pewaris bumi di masa mendatang. Semoga iman kita terjaga sampai akhir hayat.

 

Referensi: Kitab Ensiklopedi Akhir Zaman hal. 169-170, dan lain-lain.

sumber gambar: sideplayer.info dan sigitseo.blogspot.com

8/16/2016

Alasan Menolak Vaksinasi Menurut dr. Kurt Perkins

Alasan menolak vaksinasi mungkin terdengar klise dan menabrak pakem yang berlaku di masyarakat. Penolakan ini akan membuat pelakunya lebih sering dilabeli negatif, bahkan terancam dipidanakan.

Tapi urusan vaksinasi saat ini telah menjadi arena debat panas yang sepertinya tidak akan segera tuntas. Setiap orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik buat anak-anaknya. Orang tua yang loyal pada imunisasi (baca: vaksinasi) akan berusaha memberi vaksin lengkap pada anak-anak mereka. Sementara yang tidak percaya pada keampuhan vaksin akan sekuat tenaga menghindarinya.

alasan menolak vaksinasi

Ada berbagai alasan untuk menolak vaksin yang mungkin sudah sering kita baca, terlepas vaksin itu asli maupun palsu. Tapi, kali ini saya hadirkan buah pikiran dr. Kurt Perkins, seorang dokter kiropraktik yang berbasis di Colorado, Amerika Serikat.

3/06/2016

Kemustahilan Kekebalan Kelompok Dari Hasil Vaksinasi

Kemustahilan Kekebalan Kelompok Dari Hasil Vaksinasi 

Russell L. Blaylock, M.D.
© February 18, 2012

Mereka yang teliti telah mengetahui suatu tren di Amerika Serikat, begitu juga di seluruh dunia, berupa keputusan pemerintah dalam berbagai levelnya untuk mewajibkan vaksinasi kepada masyarakat. 

Negara bagian tempat saya tinggal, Mississippi, adalah salah satu negara bagian yang memiliki undang-undang tentang pengecualian vaksin yang paling ketat di Amerika Serikat. Pengecualian itu hanya diizinkan lewat rekomendasi medis. 

bukti herd immunity

1/17/2016

Mengapa ISIS Gemar Berpesta Pora Dengan Lautan Darah Manusia?

Mengapa ISIS Gemar Berpesta Pora Dengan Lautan Darah Manusia?

spoiler : konten ini mengandung semi sadisme, please hati-hati membacanya..

ISIS adalah kelompok pejuang yang paling banyak menyita perhatian orang di era modern ini. Mulai dari nama yang mengusung tema ideologis 'negara Islam' sehingga menjadi magnet bagi kaum muslimin yang merindukan kekhalifahan hingga tindak-tanduk mereka yang membuat orang terperangah. Melihat begitu banyak yang di atas kertas memerangi ISIS, kelompok ini sepertinya akan lumpuh segera. Bisa jadi pula, ini bagian dari fenomena menjelang (puncak) akhir zaman yang akan bersambung dengan peristiwa lain yang tidak kalah dahsyat.

Mengapa ISIS
Dabiq, majalah resmi ISIS edisi 6: permusuhan resmi ISIS dengan Al-Qaidah

Sebenarnya, yang suka berpesta-pora di tengah lautan darah manusia bukan cuma ISIS. Dari zaman dahulu, peperangan demi peperangan yang menjadi arena pertumpahan darah kerap menjadi ladang pembantaian, baik pada kombatan maupun penduduk sipil. ISIS sengaja kutekankan di sini karena perbuatan mereka yang fenomenal soal pesta darah seperti itu.

Yang melejitkan ISIS sebagai kelompok haus darah adalah aksi-aksi penjagalan manusia yang mereka lakukan. Kebuasan mereka tidak hanya menimpa musuh utama, musuh umat Islam, yaitu rezim Syiah Iraq dan Syria, tetapi juga melanda kaum muslimin. Berbagai faksi mujahidin di kedua negeri itu juga menjadi target ISIS, khususnya di Syria. Kasus pembunuhan Abu Miqdam, sang sniper tank dan Muhammad Faris dari Ahrar Syam meninggalkan bekas kebencian yang mendalam di hati kaunm muslimin. Juga penjagalan dan pembunuhan masal yang mereka lakukan pada warga sipil Suriah, misalnya di Provinsi Deir-Ezzour beberapa bulan silam.

ISIS di Suriah

ISIS adalah cabang Al-Qaidah di Iraq dulunya. Di awal pendiriannya dia bernama ISI (Islamic State of Iraq). Kemudian, setelah tokoh-tokoh awalnya meninggal, penyimpangan demi penyimpangan terjadi secara berkelanjutan hingga mereka membatalkan janji setia kepada Al-Qaidah pusat di Khurasan. Lalu nama berubah menjadi ISIS/ISIL (Islamic State of Iraq and Syam/Levant) ketika merangsek ke Syria pada April 2013. Kemudian, pada akhir Juni 2014, bertepatan dengan awal bulan Ramadhan, mereka mendeklarasikan khilafah, Islamic State (IS). Itu nama resmi de facto mereka sekarang. Tapi, karena sebutan ISIS lebih ngetop, nama itu pula yang kugunakan di sepanjang tulisan ini.  

Parahnya, aksi brutal pembunuhan-pembunuhan itu dengan bangga mereka unggah ke media sosial dan menjadi viral. Pelakunya tidak malu-malu lagi mempertontonkan perbuatannya. Otoritas ISIS pun mengendorse tindakan itu. Bagaimana bisa mereka mendokumentasikan perbuatan keji kepada para tawanan mereka? Kepada non muslim, muslim, bahkan kepada para mujahid sekalipun.

Tolong jangan bayangkan hal ini! Pesta darah itu berujud cara-cara keji mereka mengeksekusi tawanan. Beberapa yang kudaftar adalah:
  • Menyembelih tawanan: wartawan asing, pekerja kemanusiaan, penduduk sipil dengan tuduhan murtad karena tidak mau berbaiat kepada 'Khalifah' Al-Baghdadi.
  • Menyembelih para mujahid, khususnya dari Ahrar Syam dan Jabhat Nusrah, menarget para komandan faksi-faksi jihad yang berseberangan dengan mereka dengan bom. Yang mencuat mungkin perlakuan mereka pada Peter Edward aka Abdurrahman Kassig, tenaga medis dari Amrik yang telah masuk Islam dan ditawan ISIS. Mereka juga pernah melarang seorang mujahid dari Jaisyul Islam yang tertawan untuk sholat sebelum dieksekusi dengan pisau tumpul. Gila! Tidak kalah brutalnya perlakuan mereka pada Dr. Abu Rayyan, yang juga seorang komandan Ahrar Syam yang habis-habisan disiksa sebelum dibunuh.
  • Eksekusi tawanan dengan cara-cara 'kreatif'. Seperti pembakaran pilot Jordan Muadz al Kasasbeh dalam kerangkeng besi, eksekusi tahanan dengan dimasukkan kerangkeng lalu ditenggelamkan, dimasukkan mobil lalu ditembak dengan senapan berat dari jauh, digilas dengan buldozer, dipanggang seperti babi, disalib, dan lainnya..
  • Aksi penjagalan itu selalu diiringi dengan pemenggalan kepala. Jadilah daerah-daerah Suriah utara, seperti Jarabulus dan Aleppo saksi penancapan kepala-kepala penduduk dan mujahidin di tombak atau pagar besi. Sekali lagi, mereka dengan bangga mendokumentasikan dan menyebarkannya. na'udzubillah..
  • Masih banyak yang lainnya.

 Yang Brutal Bukan Hanya ISIS, Tapi Perbuatan Mereka Secara Spesial Bisa Merusak Citra Mujahidin dan Jihad

Aku yakin sepenuhnya proyek jihad adalah proyek super mulia yang akan melindungi kaum muslimin dan meninggikan ajaran Rasulullah saw. Yang terjadi hari ini, zaman ini, Islam menjadi tertuduh aneka bentuk kekerasan, kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan di dunia. para mujahidin tulen yang dengan tulus berusaha hendak mengembalikan kejayaan umat, secara umum diputarbalikkan citranya oleh media kafir sebagai ekstremis dan teroris. Sebagian umat Islam sendiri termakan oleh fitnah itu.

Alasan berjihad itu sendiri di saat umat lemah seperti hari ini, adalah penindasan dari kaum kafir yang dimotori oleh Yahudi Zionis yang bersekutu dengan Salibis Barat. Mereka menorehkan luka mendalam di hati kaum muslimin. Mereka menjajah tanah tempat tinggal, mengusir sebagian penduduk dan merampas kekayaan alam negeri-negeri kaum muslimin.

Mereka juga tidak segan bertindak brutal dan bejat mencabuti nyawa-nyawa mereka yang melawan. kamu pasti kenal betul dengan perang-perang melawan penjajah Belanda atau Jepang dulu. Itu di Indonesia. Di Amerika Utara, pendatang dari Eropa berusaha memberangus suku asli Indian yang menjadi penduduk sana yang, bila dirunut, banyak yang sudah memeluk Islam.

Kebiadaban kaum kafir telah menyejarah dan hampir merata di negeri-negeri timur. Belum termasuk peristiwa Perang Salib dan pembersihan kaum muslimin di Andalusia (Spanyol). Mereka bersuka-ria di atas darah kaum muslimin.

Prestasi ISIS di Kancah Internasional


Secara khusus, ISIS melakukan tindakan brutal serupa. Yang belum begitu jauh dari ingatan adalah serangan dan pemboman di Paris yang menewaskan ratusan orang pada pertengahan November tahun lalu. ISIS mengeluarkan pernyataan resmi bahwa merekalah yang bertanggung jawab atas serangan itu. Mereka mengklaim pengeboman itu sebagai pembalasan sakit hati warga Suriah yang menjadi bulan-bulanan serangan koalisi Barat pimpinan Amrik, yang on and off sejak September 2014.

Maka, tanpa ampun Perancis melakukan pembalasan dengan mengebom sasaran-sasaran milik ISIS di Raqqah yang ISIS jadikan sebagai ibokota Daulah. Yang menjadi korban lagi-lagi lebih banyak warga sipilnya. Bukan hanya Perancis yang marah atas peristiwa Paris itu, tapi juga negara-negara sekutunya. Mereka berkata akan meningkatkan intervensi militer di Suriah guna memberangus ISIS. Para pemimpin negeri muslim pun banyak yang mengutuk serangan Paris itu.

Tanggapan Faksi-Faksi Jihad Suriah Atas Tindakan ISIS


Ini masih terkait serangan di Paris. Bagaimana tanggapan faksi-faksi jihad di Suriah terhadap aksi yang 'hak ciptanya' diklaim ISIS itu?

Setidaknya, 49 faksi jihad Suriah mengutuk serangan Paris, atau paling tidak, tidak menyetujui perbuatan semacam itu. benar bahwa sehari-harinya penduduk Syria dibombardir oleh rezim Assad dan sekutunya, tapi aksi ISIS di Paris itu bisa disebut suatu kecurangan. 

Pergerakan jihad modern tidak terlepas dari beberapa fase perkembangan yang menandakan kedinamisannya. Al-Qaidah (yang mereka labeli sebagai kelompok teror) yang telah menjadi ikon jihad terbesar di zaman modern ini pun mengakui blunder dan kesalahan strategi dalam aksi-aksi mereka yang malah berdampak pada menjauhnya umat dari proyek mulia ini.

Syaikh Abdullah Azzam rahimahullah menegaskan bahwa umat ini untuk para mujahid adalah ibarat air bagi ikan. Bagaimana ikan akan bertahan hidup jika airnya mengering? Jadi, tindakan yang malah menjauhkan umat dari proyek jihad (note: karena citra jihad menjadi buruk dan rusak di mata umat Islam sendiri) adalah sesuatu yang semestinya dihindari. Para mujahid harus berusaha menggaet hati kaum muslimin dengan mengedepankan sikap ksatria dan etika yang tinggi.

Meskipun Jabhat Nushrah -sebagai salah satu faksi jihad terbesar di Syria- tidak juga mengeluarkan pernyataan resmi terkait aksi serangan Paris, salah seorang komandan JN yang sekaligus anggota dewan syariah JN, Syaikh Abu Mariyah Al-Qahthani telah merilis penjelasan pribadi.

Kata beliau, (parafrase) ISIS telah melakukan perbuatan terpuji (memerangi rezim Syiah) juga melakukan kejahatan (memusuhi dan membunuhi kaum muslimin, termasuk para mujahidin yang dianggap murtad). Mereka itu menjadi tunggangan musuh-musuh Islam untuk mewujudkan agenda tersendiri. Bila ISIS mau kembali ke ajaran Islam, bertaubat, itu lebih disukai daripada berperang dan membunuh mereka. ISIS bertindak kriminal, tapi punya jasa di sisi yang lain. Tetap saja, mereka adalah Khawarij.

"Jika ISIS membunuh 100 orang warga Perancis, maka sebenarnya mereka telah membunuh ribuan orang mujahidin dari Jabhat Nushrah dan faksi-faksi lainnya. ISIS masih saja berada di puncak gunung kezaliman dan menjadi alat di tangan Salibis Barat. Kaum ekstrimis ini berada di puncak gunung para thaghut."

Dengan kata lain, menurutku Syaikh Abu Mariyah hendak berkata, 'ISIS itu bisa dengan gampang membunuhi kaum muslimin, juga mujahidin yang jelas-jelas melakukan perbuatan baik, yang menjadikan Islam sebagai pedoman.. apalagi membunuh mereka yang non-muslim dan punya pemikiran yang berlawanan, sepertinya bagi mereka lebih mudah lagi beralasan.'

Alasan ISIS Berbangga Dengan Kebuasannya


Pertanyaanku di awal adalah, mengapa ISIS gemar berpesta-pora dengan darah manusia?

Kurasa jawabannya sudah ada di dalam Al-Qur'an. Setan selalu membujuk manusia untuk saling bermusuhan. Seperti orang yang sedang dikuasai amarah, dia akan lebih mudah terbawa emosi lalu bisa saja merusak benda-benda di sekitar, hingga membunuh orang. Elit Illuminati juga melakukan ritual persembahan darah. ISIS yang berakidah menyimpang (Khawarij) sangat mungkin mudah dipengaruhi ajakan setan sehingga genangan darah dimana-mana menjadi lezat di lidah dan bagus di mata mereka...

'Dan katakanlah kepada hamba-hambaKu, "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sungguh setan itu (selalu) menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sungguh, setan adalah musuh yang nyata bagi manusia."' (QS 17:53) 

'Demi Allah, sungguh Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum engkau (Muhammad), tetapi setan menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan mereka (yang buruk), sehingga dia (setan) menjadi pemimpin mereka pada hari ini dan mereka akan mendapat azab yang sangat pedih.' (QS 16:63)

Terima kasih sudah membaca..

Ref:



12/15/2015

Pro Vaksin, Anti Vaksin dan Diantara Keduanya

Banyak dari kita yang percaya bila kontroversi tentang imunisasi dengan cara vaksinasi menjadi monopoli dua pihak saja, pro vaksin dan kontra vaksin alias antivax. Media mainstream memperparah hal ini dengan selalu menyebut setiap orang yang mempertanyakan vaksinasi atau memilih tidak memvaksin diri atau anak-anak mereka sebagai anti vaksin. Lalu, mereka dipojokkan dan dianggap membahayakan masyarakat.

Kalau kita melihat perdebatan tidak langsung yang seru tentang vaksin di internet di negeri ini, mereka yang menolak vaksin banyak yang membuat praduga dan pernyataan yang menyalahkan para praktisi kesehatan, terutama dokter.

Tentu saja, yang dipersalahkan itu tidak bisa menerima begitu saja. Pihak pro vaksin ini pada umumnya mendapat dukungan dari media besar. Mereka berusaha untuk menampik segala tuduhan tentang bahaya fatal yang bisa vaksin timbulkan.

Gantian pihak pro vaksin yang menuduh sebagian 'antivaksin' sebagai penjaja obat-obat/suplemen herbal. 

Tapi, apa iya perseteruan tentang vaksin hanya melibatkan dua kubu ekstrim (pendukung vs penolak itu)?

Peserta Debat Vaksin Tidak Hanya ProVaks dan AntiVaks

Kalau kita lihat di negeri lain, khususnya Amerika Serikat, debat vaksin sudah berlangsung sejak lama. Debat itu bermula sejak vaksin pertama dibuat dan diinjeksikan ke tubuh manusia. Hari ini, kontroversinya terus berlanjut, dan pasti akan ada terus selama vaksin masih diproduksi.


Jangan lewatkan: Kebenaran di Balik Rahasia Vaksin

Memang, sampai saat ini jumlah dokter yang pro vaksinasi jauh di atas yang mengkritisi atau kontra vaksin. Tapi, yang terlibat dalam polemik ini tidak melulu yang pro dan kontra. Ada pihak antara yang punya sikap dan pandangan yang lebih fleksibel terkait vaksin.

Secara garis besar, peserta debat vaksin dikategorikan menjadi 4:

pro vaksin anti vaksin
sumber: healthimpactnews.com

Pertama, pro vaksin ekstrim, pendukung program vaksinasi hardcore. Mereka ini berkata vaksin itu harus bagi setiap anak, atau orang dewasa yang terjadwal mendapatkannya. Buat mereka, semua vaksin itu aman dan efektif. 

Sebabnya, setiap vaksin yang dilepas ke masyarakat sudah lolos uji klinis dalam waktu tertentu sehingga tidak ada alasan untuk meragukan keamanan dan keefektifannya. Kalau perlu, vaksinasi bisa dipaksakan. Pihak ini jumlahnya sedikit, tapi mereka punya pengaruh yang luas.

Contoh figur pro vaksin ekstrim adalah dr. Paul Offit, M.D. dan Anne Schuchat, M.D

Dr. Paul Offit pernah menyatakan jika secara teoritis, seorang anak bisa mendapat 10.000 vaksin dalam sekali waktu dengan aman. Dalam suatu wawancara, beliau malah menyebutkan angka yang lebih besar, 100.000.

Dr. Anne Schuchat sekarang menjabat sebagai direktur CDC sejak Januari 2017.

Kedua, pihak yang cenderung menunda vaksinasi; vaksinasi dilakukan setelah anak mencapai usia tertentu. Bagi mereka, vaksin itu efektif, tetapi tidak bisa diberikan dalam jumlah yang terlalu banyak.

Ketiga, pihak yang melakukan vaksinasi selektif. Ada vaksin yang bagus dan efektif, ada pula vaksin yang tidak berguna. 

Keempat, pihak anti vaksin. Mereka menemukan fakta jika bahaya vaksinasi lebih besar daripada manfaatnya. Ada pula yang berpendirian (bahkan mampu membuktikan) kalau semua vaksin tidak ada manfaatnya, malah merusak kesehatan. Karena itu, program vaksinasi sudah saatnya dihentikan dan diganti dengan cara-cara pencegahan penyakit yang lebih aman. Jumlah anti vaksin ini juga sedikit. 

Contoh praktisi medis yang ditengarai mengambil posisi ini adalah dr. Richard Moskowitz, dr. Suzanne Humphries, dr. Sherri Tenpenny, dan mendiang dr. Andrew Moulden.

Note: Meski disebut sebagai anti vaksin, beberapa dari mereka, misalnya dr. Suzanne Humphries tidak pernah memprovokasi orang untuk menolak vaksinasi. Dr. Humphries hanya memberi gambaran umum, yang dari situ orang mungkin akan tergerak untuk mencari tahu dan melengkapi informasi tentang vaksin sampai bisa memutuskan sendiri sikapnya terhadap vaksinasi, silakan cek di sini.



Para dokter yang mengambil sikap fleksibel atau anti vaksin itu semula adalah pro vaksin. Bukankah demikian yang diajarkan dalam pendidikan kedokteran? 

Seiring waktu, mereka menyaksikan ketidakberesan yang terjadi pada pasien-pasien mereka yang diduga kuat akibat vaksin. Coba kita dengarkan ungkapan dr. Lawrence Palevsky, seorang dokter anak di Mount Sinai Hospital, New York, seperti ini:

"Saya tidak berpaling ketika saya dengar para orang tua -lusinan, ratusan, dan lalu ribuan jumlahnya- mulai mengatakan jika anak-anak mereka dulu sehat, kemudian setelah divaksin, suatu hal yang benar-benar buruk terjadi pada diri mereka secara akut atau dalam hitungan hari, minggu atau bahkan bulan. Mereka diberitahu oleh sistem medis konvensional kalau 100 persen kejadian itu, "Adalah kebetulan. Tidak mungkin berhubungan dengan vaksin."

Sebagai seorang yang penasaran akan sains dan penyelidikan, bagi saya jelas bahwa bisa jadi kejadian itu bukanlah suatu kebetulan dan peristiwa yang lebih besar mungkin sedang terjadi.

Literatur sangat mendukung fakta jika vaksin memiliki hasil sampingan yang lebih besar terhadap genotip, sistem imun, otak, dan fungsi-fungsi intraseluler tubuh daripada yang kita ungkapkan kepada publik." (1)
Kalau di negeri ini, kejadian seperti: balita tewas usai ikut PIN (2) akan disebut sebagai, persis seperti kata-kata tenaga medis konvensional  yang dikutip oleh dr. Palevsky di atas: tidak mungkin berkaitan dengan vaksin (OPV, vaksin polio oral/tetes). Jawaban standar yang diulang ratusan, mungkin ribuan kali dalam merespon kejadian (fatal) ikutan paska imunisasi. 

Lantas mereka (para dokter yang tidak puas dengan argumen medis konvensional tentang vaksin) meneliti hal itu secara independen. Mempertanyakan ulang tentang vaksin dan vaksinasi: secara medis, fakta sejarah, juga dari pengalaman sendiri dan atau laporan dari orang tua anak yang terkena dampak (buruk) vaksin. Berulang dan berulang hingga lahirlah sikap baru mereka terhadap vaksin.

"Jika hendak berargumen tentang vaksin, kita harus punya informasi dan ilmu pengetahuan. Kita harus mengerti sejarah, literatur medis, ilmu biologi, kimia, fisiologi dan imunologi. Ini tidak mudah. Anda tidak bisa setengah-setengah dalam (mendalami) topik vaksinasi. Kalau seperti itu, sangat mungkin Anda akan dipecundangi oleh lobi vaksin karena mereka telah melakukan pekerjaan rumah mereka."
"...Daripada memperdebatkan jenis vaksin tertentu, bila Anda memahami cara sistem imun bayi dirancang, secara otomatis Anda bisa mengerti bahwa, jika Anda berikan vaksin jenis apapun ke sistem itu, mungkin Anda memberinya kekebalan jangka pendek, tapi dengan begitu, Anda juga akan mengubah sistem kekebalan tubuh mereka sehingga sistem tersebut tidak dapat berfungsi sebagaimana ia dirancang... Ketika Anda benar-benar memahami sistem imun bayi, argumen-argumen yang menentang vaksin saya kira tidak bisa disangkal lagi." (dr. Suzanne Humphries) (3)
Lagipula, bila vaksin memang aman dan efektif, mengapa pembocor demi pembocor vaksin selalu bermunculan dari waktu ke waktu? Mereka yang dulunya orang dalam berubah haluan lalu memberi kesaksian tentang kecurangan dan penyimpangan terkait vaksin di tempatnya bekerja semula? Seperti duo saintis (ahli virologi) Stephen Krahling dan Joan Wlochowski dari Merck, juga dr. William Thompson mantan anggota/ilmuwan senior CDC. (4)

Satu hal yang unik dari dr. William Thompson adalah, beliau bukan seorang penentang vaksin. Yang beliau tentang adalah praktik penipuan dan kebohongan di tempatnya bekerja dahulu (CDC).

Kasus dr. Thompson berupa, atasannya di CDC memerintahkan untuk mengubur fakta dari hasil riset yang menyatakan jika vaksin MMR berkorelasi positif dengan kasus autisme pada anak-anak laki-laki keturunan Afrika-Amerika. Dan informasi seperti ini adalah salah satu info yang PALING DISENSOR oleh media mainstream.

Menurutnya, CDC telah gagal mengomunikasikan bahaya yang menyertai setiap vaksin kepada masyarakat, padahal itu sudah menjadi semacam tanggung jawab moral lembaga kesehatan. Pengakuan dr. Thompson atas kebohongan ilmiah yang pernah dilakukannya ditujukan untuk publik. (5)

Selepas dr. William Thompson, ilmuwan CDC lain pun membocorkan hal yang serupa. Dr. Judith Pinborough Zimmerman adalah mantan investigator autisme CDC  di Utah. Dia membuat pernyataan tentang adanya tebang pilih data sehingga membuat pelaporan kasus autisme di Utah tidak akurat. (6)

CDC sendiri mengakui jika vaksin bisa menyebabkan banyak reaksi berupa kerusakan (some say: mutilasi) pada tubuh penerimanya. Foto-foto terkait ada di sini: http://www.bt.cdc.gov/Agent/Smallpox/VaccineImages.asp


Laman punya CDC di atas sekarang sudah tidak bisa diakses. Benarlah kata Health Ranger dari naturalnews jika postingan seperti ini akan segera dihilangkan. Tapi kopiannya telah diamankan dan bisa Anda saksikan di sini. 

Sedikit peringatan, gambar2 kerusakan tubuh terkait vaksin bisa jadi terlihat menyeramkan.

Kelompok antara ini memilih untuk bersikap fleksibel atas tindakan imunisasi/vaksinasi. Tapi media besar -yang didukung big farma- selalu mendiskreditkan mereka. Reputasi dirusak, disebut quack, loon,  anti sains, ilmuwan sampah, ilmuwan pinggiran, hingga terancam karirnya. Semua praktisi medis yang bersikap kritis terhadap vaksin harus siap dengan risiko seburuk ini.


Terkait: Kemustahilan Kekebalan Kelompok Dari Hasil Vaksinasi

Kita lihat dr. Andrew Wakefield. Beliau adalah pro vaksin ketika meriset hubungan antara vaksin MMR dan autisme. Itu pun atas permintaan orang tua dari anak-anak yang menjadi korban. Hasil risetnya malah membuat karir medisnya dihancurkan. Setelah peristiwa itu, beliau tidak serta merta menjadi anti vaksin, tapi menjadi pihak 'antara.'

Belum lama ini dr. Wakefield merilis film dokumenter VAXXED: From Cover-Up to Catasthrope. Film yang diantara isinya berisi pengakuan dr. William Thompson di atas, telah disensor dari festival film New York per Maret 2016. Alih-alih mendiskusikan pesan yang disampaikan dalam Vaxxed secara terbuka, para penggiat vaksinasi lebih suka menyerang karakter dr. Wakefield.  

Dr. Paul Offit yang sering disebut sebagai sebagai musuh bebuyutannya dr. Wakefield juga melakukannya. Dr. Offit masih saja menyerang karakter dr. Andrew Wakefield, bukan berfokus pada apa yang dr Wakefield temukan atau katakan. (7) Tidakkah Anda bertanya, mengapa?

Lebih jauh tentang film ini silakan lihat di vaxxedthemovie.com

Para dokter yang terlibat dalam perdebatan vaksin, kalau dikategorikan lagi, akan sangat beragam. Ada yang lebih dekat ke pro, ada yang lebih cenderung ke kontra. Mereka yang berada di antara ekstrimis pro dan anti vaksin itu, terlebih yang condong ke kontra akan digeneralisasi oleh media sebagai anti vaksin.

Nama-nama berikut termasuk di dalamnya: dr. Mark  Geier, dr. Natasha Campbell Mc-Bride, dr. David Brownstein, dr. Jay Gordon, dr. Joseph Mercola, dr. Philip Incao, dr. Mayer Eisenstein, dr. Lawrence Palevsky,  dr. Russell Blaylock, dr. Kelly Brogan, dan masih banyak yang lain.

Kalau kita membaca pernyataan para dokter ini, secara umum mereka mengedepankan agar kita mau mencari tahu, meriset, mendidik diri sendiri lebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengambil suatu vaksin atau tidak. Mereka tidak melulu menakut-nakuti pasien akan bahaya jika vaksinasi tidak dilakukan, tapi mereka memberi pasien informasi dari sudut pandang yang berbeda.

Bagaimana dengan negeri kita? Banyakkah dokter yang mau melihat persoalan vaksin ini dari banyak sisi dan tidak memaksakannya kepada pasien mereka? Betapa menyenangkannya bertemu dengan praktisi medis seperti ini...

Bila Anda seorang dokter, pernahkah Anda menyaksikan kejanggalan terkait vaksin pada pasien Anda? Lalu menyelidikinya lebih jauh?


*diperbarui April 2017


Referensi:

(1) Dr. Mercola Interviews Dr. Palevsky
(2) http://bandungekspres.co.id/2016/balita-tewas-usai-ikut-pin/
(3) The Forgotten History of Vaccination You Need to be Aware of
(4) http://www.globalresearch.ca/congressman-bill-posey-calls-for-investigation-of-cdc-whistleblower-william-thompson/5469103
(5) http://www.truthwiki.org/dr-william-thompson
(6) http://ahrp.org/lawsuit-by-principal-investigator-for-cdc-utah-autism-data-filed-whistleblower-lawsuit/
(7) http://www.hollywoodreporter.com/news/anti-vaccine-doc-vaxxed-a-882651

12/13/2015

Cara Membuat Minyak Kelapa VCO Paling Mudah dan Murah


Satu diantara sekian cara untuk beralih dari pasta gigi berfluoride adalah dengan menggantinya dengan minyak kelapa. Minyak kelapa ini memiliki kandungan antibakteri yang dapat melindungi gigi kita dari kerusakan. Minyak kelapa yang paling bagus untuk dipakai tentu yang dara/virgin (VCO).

Cara Membuat Minyak Kelapa VCO Paling Mudah

Selain membeli, VCO ini bisa kita buat sendiri. Selain lebih hemat, membuat minyak kelapa sendiri tentu akan menambah pengalaman dan kita tidak akan terlalu kerepotan bila suatu saat kita kesulitan memperoleh VCO yang siap konsumsi :)

Oh iya, beda antara minyak kelapa dan VCO adalah pada bahan bakunya. Minyak kelapa biasa dibuat dari kelapa yang sudah dikeringkan (kopra) secara masal di pabrik. Sementara, VCO berbahan baku KELAPA SEGAR, bisa dibuat dalam skala industri maupun rumahan. Harganya berlipat kali lebih mahal daripada minyak kelapa biasa.
Begini cara membuat minyak kelapa -VCO- paling mudah dan murah versi saya..

Bahan: kelapa tua, sebaiknya yang belum bertunas dan air bersih

Peralatan: Perutan listrik, toples bening besar, pencungkil kelapa, pisau, dsb.

Prosesnya begini:

1. Cungkil kelapa, tampung air kelapanya dan disaring.

2. Kelapa diparut, lalu tambahkan air kelapa tadi, terus diperas (dibuat santan). Kalau masih kurang, gunakan air yang sudah dipersiapkan di depan. Lakukan 1-2X perasan dan santannya dimasukkan toples bening.

3. Diamkan paling tidak selama 12 jam. Santan akan terpisah menjadi 3 lapisan: air di posisi paling bawah, minyak di tengah, dan curd/glondo di lapisan teratas.

4. Ambil glondo dan minyaknya, saring dengan kain bersih/kasa/kertas saring berulang sampai bersih. Ini untuk cara dingin. Proses pembuatannya cukup sampai di sini

5. Minyak plus glondo bisa dipanaskan dalam wadah stainless steel atau besi dengan api sedang sambil sering diaduk. Tunggu sampai glondo kering. Karena airnya sudah terpisah, pembuatan minyak kelapa cara ini tidak akan memangsa waktu lama. Untuk 1 liter minyak, waktu pemanasannya kurang dari 1 jam.
Atau, kalau tidak ingin lama-lama, masak minyak kelapa sampai glondonya tenggelam, tidak perlu sampai kering.

6..Biarkan mendingin, kemudian saring berulang.

7. Jadi deh, tinggal disimpan di botol/wadah kaca bertutup rapat.


Tentang Enzim dalam Minyak Kelapa

Cara Paling Mudah Membuat VCO
VCO - gambar dari paleogrubs.com
Di antara fans VCO, ada yang beranggapan jika minyak kelapa sampai dipanaskan, maka enzim dan sejumlah zat yang ada di dalamnya akan menguap. Tapi, ada pendapat berlawanan yang berasal dari produsen VCO dengan merk yang paling banyak direkomendasikan oleh para praktisi pengobatan holistik Amrik, yaitu Tropical Tradition®. Pembuat VCO dari Filipina ini berargumen jika enzim dalam minyak kelapa itu cuma mitos. (1)

Buat Tropical Tradition, keyakinan semisal "semakin mentah semakin baik" tidak berlaku pada minyak kelapa. Kita tahu, kelapa adalah tumbuhan asli daerah tropis. Dari tunas, kemudian tumbuh membesar hingga berbuah tidak lepas dari iklim tropis yang panas dan sinar matahari yang terik. Ini poin pertama. Kelapa dibuat oleh Sang Pencipta dengan sifat yang tahan panas.

Kemudian, bila kita melihat fungsi dari enzim, yaitu: memecah zat-zat dalam makanan untuk diproses pada tahapan selanjutnya, alias mendekomposisi makanan. Bila enzim terdapat dalam minyak kelapa, maka minyak ini akan segera terurai lalu menjadi busuk.

Minyak kelapa itu telah terbiasa dengan hawa panas daerah tropis. Terkait distribusinya, di dalam kendaraan semisal truk, suhu di sekitarnya pun meningkat hingga hampir 50 derajat C. Bahkan lebih. Bila minyak kelapa disimpan dalam kontainer besar di musim dingin, minyak akan membeku. Bila hendak membaginya dalm kemasan-kemasan kecil, hal yang pasti dilakukan adalah memanaskannya agar mencair.

Satu hal lagi, alasan minyak kelapa baik untuk menggoreng adalah minyak kelapa itu tidak rusak oleh panas. Malahan, ada sejumlah riset dari India dan Malaysia yang menyimpulkan jika pemanasan akan membuat antioksidan dalam minyak kelapa lebih merata penyebarannya. (2)

Tropical Tradition dibuat secara manual dan terbatas kapasitas produksinya. Cara pembuatannya persis seperti cara di atas yang pakai pemanasan. Bedanya, kelapa yang dipakai di sana dipetik langsung dari pohonnya dan tidak disimpan lebih dari 48 jam. Pohonnya pun dijamin yang organik, juga yang terkini, dites bebas racun rumput Glifosat. Selain itu, pembuatan santannya hanya memakai air kelapa.

Jadi, selamat bekerja, selamat mencoba buat VCO sendiri :)


Ref: